Warga Korban Banjir Gresik Curhat, Minta Genset Untuk Salat Tarawih
Masjid dan musala di Gresik masih kebanjiran (Foto: Deny Prastyo Utomo)Gresik -Warga terdampak banjir di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik, mengaku kesulitan salat tarawih. Karena banjir setinggi lutut orang remaja masih merendam masjid dan musala.
"Salat tarawih akan tetap kami gelar meski dalam kondisi banjir. Nanti akan kami gelar seadanya di lantai dua meski penerangan minim alasannya yaitu listrik mati semenjak tiga hari lalu," kata Sumalik (60) pengurus musala TPQ Madin Syeh Maghribi di Tambak Beras, Cerme, Gresik, Minggu (5/4/2019).
Saat dikunjungi Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro, Sumalik beserta warga mengaku bila listrik mati semenjak tiga hari lalu. Mereka juga mengaku kecewa bila Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tidak jadi berkunjung dikawasan Desa Tambak Beras yang menjadi daerah terdampak banjir.
"Listrik kami mati semenjak tiga hari lalu. Saat ini kami membutuhkan alat untuk penerangan ibarat genset," kata Sumalik.
Tak hanya itu, warga juga curhat kepada Wahyu terkait konsumsi untuk berbuka dan sahur jelang puasa pertama Ramadhan.
"Kami butuh makanan yang sanggup diolah kembali untuk sahur dan berbuka puasa nanti," kata Imama salah satu warga Desa Tambak Beras, Cerme, Gresik.
Wahyu bersama Tentara Nasional Indonesia meninjau eksklusif sekaligus menunjukkan santunan kepada warga terdampak banjir. Pihaknya juga telah menyiapkan posko siaga banjir yang dilengkapi dengan dapur umum.
"Kami sudah siagakan posko siaga banjir. Posko itu menampung santunan dari Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia serta masyarakat dengan dilengkapi dua dapur umum. Apalagi dikala ini para korban banjir mendekati awal bulan Ramadhan," kata Wahyu.
Wahyu juga mengimbau kepada masyarakat yang terdampak banjir, semoga melaksanakan salat tarawih dan tadarus di musala lantai dan di rumah masing-masing.
"Kami mengimbau kepada masyarakat nanti malam sudah melaksanakan salat tarawih. Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan salat tarawih dan tadarus untuk dilakukan di masjid dan musala di lantai dua dan rumah masing-masing sehingga acara ibadah terus dilaksanakan," ujar Wahyu.
Desa Tambak Beras seluas 624 hektar yang terdapat 450 rumah dan dihuni oleh 700 Kartu Keluarga terendam banjir. Sedangkan dari 624 hektar wilayah Desa Tambak Beras hampir 550 hektar dipakai untuk tambak ikan.
Sumber detik.com