Serangan Balik Israel Akibatkan Ibu Dan Anak Di Gaza Tewas

Serangan Balik Israel Akibatkan Ibu dan Anak di Gaza TewasLedakan mengguncang Gaza jawaban serangan balik Israel (Foto: REUTERS/Suhaib Salem)

Gaza -Israel merespons tembakan 200 roket yang dilepaskan dari wilayah Jalur Gaza. Pihak Palestina menyebut serangan balik Israel menimbulkan terbunuhnya seorang bayi dan ibunya serta seorang penembak.

Dilansir Reuters, Minggu (5/5/2019), Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan seorang bayi berusia 14 bulan dan ibunya terbunuh dalam salah satu serangan Israel. Selain itu ada 12 warga Palestina lain yang terluka.

"Pesawat Israel menembakkan rudal di erat rumah, belahan peluru memasuki rumah dan mengenai bayi yang malang," kata seorang wanita yang mengaku bibi korban.


Peristiwa saling balas ini berawal semenjak Jumat (3/5) saat seorang penembak jitu dari Palestina menembak tentara Israel. Menurut militer Israel serangan tersebut melukai dua orang.

Selanjutnya Israel membalas dengan serangan udara yang menewaskan dua militan dari kelompok Hamas. Para pejabat Palestina mengatakan, dua warga Palestina yang melaksanakan protes di erat perbatasan juga dibunuh oleh pasukan Israel pada hari yang sama.

Pada Sabtu (4/5) pagi, kelompok Hamas dan Jihad Islam mulai menembakan gelombang roket ke Israel. Militer Israel menyampaikan tank dan pesawatnya membalas dengan serangan terhadap lebih dari 30 sasaran militan kedua kelompok tersebut.

Akibat kejadian itu, ledakan mengguncang kota Gaza di mana jalan-jalan penuh dengan pembeli yang melaksanakan persiapan Ramadhan.


Meningkatnya konflik yang terjadi menjelang bulan suci Ramadhan dan liburan hari kemerdekaan Israel ini mendorong Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan para pimpinan keamanannya.

Para perantara Mesir yang dipercaya sebagai perantara gencatan senjata pada kejadian sebelumnya berupaya mencegah terjadi eskalasi permusuhan yang lebih lanjut.


Selama lebih dari setahun terakhir, warga Palestina telah menggelar aksi-aksi demo di sepanjang perbatasan Gaza. Mereka menyerukan Israel untuk menghentikan blokade atas Gaza dan menuntut hak mereka untuk kembali ke rumah-rumah mereka sebelum mereka terusir dalam operasi militer Israel puluhan tahun silam.

Setidaknya 269 warga Palestina telah tewas di tangan pasukan Israel semenjak aksi-aksi demo di sepanjang perbatasan Gaza dimulai pada Maret 2018. Dua warga Israel juga tewas dalam kurun waktu yang sama.

Sumber detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel