Saat Andal Bioteknologi Molekuler Menulis Buku Panduan Keluarga
Verawati Joko Sutopo (Foto: Muchus BR/detikcom)Verawati yaitu istri dari Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Meskipun menjadi istri bupati, Vera tidak setiap hari selalu mendampingi suaminya lantaran ia juga harus bekerja sebagai PNS di Yogya. Setiap simpulan pekan ia dan anak tunggalnya, Anugrah Baskoro Sutopo, gres bisa ke Wonogiri.
Lahir dan besar di Solo kemudian menuntaskan pendidikan kemudian berkarir Yogya, membuat Vera merasa benar-benar abnormal ketika suaminya terpilih sebagai bupati di salah satu tempat 'terpencil' di Jateng tersebut.
Menulis memang bukan hal gres bagi Vera. Dia biasa menuangkan hasil karyanya dalam tulisan. Namun tentu saja selama ini yaitu karya ilmiah hasil penelitian untuk dimuat di jurnal-jurnal kelas nasional maupun internasional.
"Baru kali ini saya menulis karya populer. Nervous tentu ada, tapi ya itu tadi, saya harus mengatasinya dengan semangat bahwa harus ada yang saya catatkan untuk memberi donasi bagi terciptanya keluarga yang paripurna dengan panduan yang jelas," lanjutnya.
Buku itu dijuduli 'Membangun Keluarga 4W 5 Sempurna; Wareg, Waras, Wasis, Wanggon, Waskita'. Buku itu ditulis dengan narasi yang sederhana dan gampang dicerna sehinga makna dan pesannya gampang hingga kepada pembaca, terutama ibu-ibu dari semua kalangan.
Dalam kata pengantarnya, Menko PMK Puan Maharani, menulis bahwa buku tersebut merupakan hasil pengamatan dan pendalaman penulisnya sehabis mengenali seluruh sudut di dalam rumah yang unik berjulukan keluarga di banyak sekali kalangan masyarakat.
Verawati ketika peluncuran buku karyanya. (Foto: Muchus Budi R/detikcom) |
Yang lebih dari itu, kata Puan, Verawati menuliskan pemikirannya dengan cara penyampaian yang sangat membumi. Penggunaan istilah wareg (terpenuhinya kebutuhan pangan), waras (kesehatan), wasis (pendidikan), wanggon (tata laksana rumah tangga), waskita (bijak), yaitu jargon budaya lokal yang diangkat kembali oleh Vera biar pembaca merasa bersahabat dan gampang memahami pesannya.
Editor dan penyunting buku tersebut, Agoes Widhartono, menyampaikan tidak terlalu sulit menyunting dan menyeleraskan buku pertama karya Verawati yang diterbitkan oleh Hikam Media Utama, Yogyakarta, tersebut.
"Mbak Vera memang sudah terbiasa menulis, jadi memudahkan dalam proses penyuntingan buku. Namun yang sangat saya respek adalah, sebagai seorang ilmuwan peneliti, Mbak Vera bisa menulis dengan gaya narasi yang mengalir, pengungkapan yang sederhana dan gampang dicerna. Ini kelebihan tersendiri berdasarkan saya," ujar Agoes.
Sedangkan pihak penerbit mengakui bahwa sebagai karya pertama, buku karangan Verawati tersebut perlu menerima apresiasi secara khusus. Kasimun, penulis lepas yang juga pemilik penerbitan Hikam Media Utama, mengakui kelebihan Verawati dalam menulis.
"Sebagai penerbit sekaligus penulis, merasa telah diruntuhkan pujian saya. Saya pikir ketika buku-buku saya diterbitkan, saya sudah hebat. Ternyata saya salah. Sebagai penulis masuk akal saja jika buku saya terbit, alasannya yaitu sehari-hari memang pekerjaan saya menulis. Tapi Bu Vera, dengan segala sandangan dan kesibukannya masih bisa melahirkan karya, sungguh ini istimewa. Aku pun serasa 'mengkeret' dibuatnya," kata Kasimun.
Tonton juga video Joko Pinurbo "Nabung" 12 Tahun Rampungkan Novel Perdananya:
Sumber detik.com
Verawati ketika peluncuran buku karyanya. (Foto: Muchus Budi R/detikcom)