Pelajar Bandung Ribut Di Medsos Berujung Pemukulan, Polisi: Mereka Duel

Pelajar Bandung Ribut di Medsos Berujung Pemukulan, Polisi: Mereka DuelFoto: Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)

Bandung -Pihak kepolisian telah melaksanakan penyelidikan terkait masalah perang kata-kata di media umum sampai berujung dugaan penganiayaan. Hasil penyelidikan, polisi menyebut tidak ditemukan unsur penganiayaan.

"Hasil penyelidikan kemarin, jadi bertengkar di media sosial. Mereka ini ketemu terus berantem, bukan dianiaya (korban)," ucap Kasatresrkim Polrestabes Bandung AKBP Mochamad Rifai di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (6/5/2019).

Rifai menyampaikan dalam pertemuan tersebut, keduanya masing-masing baik pelapor maupun terlapor membawa teman.

"Mereka ini duel. Itu hasil lapangan tapi nanti disesuaikan," katanya.

Kendati demikian, polisi tetap menindaklanjuti masalah tersebut. Polisi akan memintai keterangan baik dari pihak pelapor, terlapor maupun saksi.

"Nanti kita akan memeriksa. Penyebabnya apa juga nanti kita tindaklanjuti," kata dia.

Sebelumnya, Seorang siswa sekolah menengah atas (SMA) diduga emukuli temannya sendiri hanya gara-gara 'perang' kata-kata di media sosial. Akibatnya korban atas nama EA (17) mengalami sejumlah luka terutama di cuilan mata.

Kuasa aturan korban Robby Kurnia menjelaskan, awalnya korban dan pelaku berselisih paham di media sosial. Kemudian, pada 2 Mei kemudian diduga pelaku berinisial P mulai meneror korban melalui telepon dan media sosial.

Selanjutnya, pada hari Jumat (3/5) pelaku kembali mengancam dan akan menciptakan rusuh di rumah korban. Karena takut terjadi keributan korban menentukan bertemu di daerah lain.

"Akhirnya ketemu di luar, sekitar Sekolah Menengan Atas Paulus di Jalan Pasirkaliki (Bandung)," katanya ketika dihubungi, Sabtu (4/5/2019).

Di lokasi itu, lanjut dia, korban dianiaya oleh pelaku. Akibat insiden itu, korban mengalami beberapa luka dan harus menerima perawatan. "Di sana korban dianiaya," katanya.

Sumber detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel