Bupati Anas Dorong Sekolah Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 Di Hardiknas

Bupati Anas Dorong Sekolah Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 di HardiknasPeringatan hardiknas di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani

Banyuwangi -Peringatan hari Pendidikan Nasional, Pemkab Banyuwangi menggelar ekspo pendidikan dan teknologi. Berbagai penemuan pendidikan dan program-program kebijakan pemerintah dalam pendidikan disuguhkan dalam kegiatan yang dipusatkan di RTH Taman Blambangan Banyuwangi.

Dalam peringatan tersebut, digeber sejumlah penemuan teknologi yang dikerjakan siswa TK-SMA sederajat di Banyuwangi. Mulai dari teknologi smart home yang dilengkapi sensor tinggi tubuh dan sensor lampu rumah, robot transporter, sampai teknologi pengolahan pangan.

Di aktivitas itu, pemkab juga mendorong warga Banyuwangi untuk memenuhi wajib berguru 12 tahun. Melalui aktivitas Smart Better (Semangat Belajar Warga Banyuwangi semoga Tambah Pintar), mendorong mereka yang putus sekolah untuk bisa mendapatkan.

"Sesuai laporan tadi lebih dari 600-an yang daftar kejar paket. Jika yang masih berusia sekolah kita wajibkan untuk sekolah lagi dengan pembiayaan dari pemerintah bila tidak mampu. Jika sudah melebihi usia sekolah maka akan diikutkan pada aktivitas kejar paket," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dikala kunjungan ekspo pendidikan, Kamis (2/5/2019).

Dalam Hari Pendidikan kali ini, kata Anas, revolusi Industri 4.0 dikala ini mulai merambah banyak sekali sektor. Menurutnya harus menjadi momentum mempersiapkan diri menghadapi industrialisasi yang mengedepankan teknologi tinggi tersebut.


"Saat ini, sudah banyak tempat yang tenaga kerjanya tergantikan oleh mesin dan robot. Bukan tidak mungkin, hal tersebut akan segera terjadi di Banyuwangi. Fenomena yang oleh para pakar disebut Revolusi Industri 4.0 ini, mau tidak mau harus segera direspons oleh sekolah," ungkap Anas.

Sekolah, imbuh Anas, tidak hanya fokus menyiapkan para pelajar yang hanya menjadi tenaga kerja. Namun, harus didorong untuk menghasilkan anak didik yang mempunyai kreativitas dan entreprenurship.

"Ini semua kuncinya ada pada guru. Bagaimana mereka tidak hanya mengajar, tapi juga memperlihatkan ilham gres kepada penerima didiknya," imbuhnya.

Untuk mendorong pemerataan kualitas tenaga pendidik, Pemkab Banyuwangi mendorong dengan aktivitas Banyuwangi Mengajar. Para sarjana yang mempunyai kualifikasi bagus, ditempat secara khusus di sekolah-sekolah terpencil.

"Kita juga mengapresiasi beberapa sekolah di Banyuwangi yang membuka aneka ekstrakulikuler kekinian, menyerupai kelas robotik di SMPN 1 Banyuwangi dan sekolah-sekolah lainnya. Ini penting untuk mengenalkan dunia gres semenjak dini," jelasnya.


Menurut Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono, aktivitas Smart Better bisa diakses secara online dan gratis. "Pendaftarannya lewat online atau eksklusif ke Dinas Pendidikan. Mereka yang telah terdaftar bisa ikut kejar paket di PKBM terdekat," terangnya.

Sampai dikala ini, ada 150 institusi PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan yang tersebar di seluruh kecamatan Banyuwangi.

"Nanti mereka tinggal pilih PKBM yang terdekat," pungkas Sulih.

Sumber detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel