Topan Fani Terjang Pantai Timur India, Lebih Dari 1 Juta Orang Mengungsi
Topan Fani yang membawa hujan lebat dan angin kencang menerjang India bab timur (Likan Patra/via REUTERS)New Delhi -Angin topan dahsyat berjulukan topan Fani yang tercatat sebagai salah satu topan terbesar di Samudra Hindia, menerjang area pantai India bab timur. Topan yang membawa hujan lebat dan angin kencang ini menumbangkan pepohonan, tetapkan anutan listrik dan air serta memaksa lebih dari 1 juta orang mengungsi.
Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (3/5/2019), Departemen Meteorologi India (IMD) menyebut topan Fani menerjang wilayah pantai Odisha pada Jumat (3/5) pagi sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Topan ini dilaporkan membawa angin kencang yang berhembus dengan kecepatan mencapai 200 kilometer per jam.
Kepala Menteri Odisha, Naveen Patnaik, menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, otoritasnya mengungsikan lebih dari 1 juta orang dari area paling rawan di sepanjang dataran rendah tepi pantai setempat. Ada kekhawatiran bahwa topan Fani akan memicu gelombang maritim setinggi 1,5 meter di area pantai.
Sekitar 3 ribu daerah pengungsian yang dibangun di area sekolah dan gedung pemerintahan disediakan untuk menampung para pengungsi di Odisha. Lebih dari 100 ribu paket makanan kering siap disalurkan jikalau dibutuhkan.
Wilayah Benggala Barat yang bersebelahan dengan Odisha juga bersiap menghadapi topan Fani ini. Bandara yang ada di Kolkata, ibu kota Benggala Barat, ditutup sementara sebagai antisipasi.
Ratusan ribu orang di Benggala Barat diperintahkan untuk mengungsi ke daerah aman. Bahkan ada tim khusus yang dikerahkan untuk menyisir desa-desa setempat demi mendorong warga juga wisatawan untuk mencari daerah aman.
Pasukan Cepat Tanggap Bencana Nasional India (NDRF) merilis foto-foto yang menawarkan pepohonan tumbang di sepanjang wilayah pantai Andhra Pradesh. Tim NDRF berupaya mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang untuk memastikan itu tidak membahayakan warga ketika angin kencang datang.
Para pakar meteorologi memperingatkan bahwa topan Fani dapat memicu 'kehancuran total' ibarat menghancurkan rumah warga, memutus anutan listrik dan menumbangkan tiang-tiang komunikasi.
Dari Odisha, topan Fani diperkirakan akan bergerak ke arah timur maritim menuju Benggala Barat dan kemudian berlanjut ke Bangladesh. Kepala Penanggulangan Bencana Bangladesh, Mohammad Hashim, menyatakan lebih dari 4 ribu daerah pengungsian telah disediakan di sebanyak 19 distrik setempat. Otoritas Bangladesh meminta kapal-kapal nelayan untuk menepi ke area pantai.
Diketahui bahwa wilayah pantai timur India sangat rawan diterjang tornado mematikan. Tahun 2017 lalu, topan Ockhi yang menerjang wilayah Tamil Nadu dan Kerala menewaskan sekitar 250 orang dan menciptakan lebih dari 600 orang hilang.
Kemudian tornado dahsyat yang menerjang Odisha selama 30 jam tahun 1999 kemudian menewaskan 10 ribu orang.
Sumber detik.com