Rsud Pangandaran Ditargetkan Beroperasi Januari 2020
Foto: Andi NurroniPangandaran -Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pangandaran ditarget rampung pada Juli tahun ini dan direncanakan mulai beroperasi pada Januari 2020. Saat ini, pekerjaan fisik dan persipan operasional terus digenjot untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata melaporkan, dikala ini pekerjaan fisik sudah mencapai 73 persen. Melihat bukti fisiknya, Jeje meyakini RSUD Pangandaran akan menjadi salah satu yang termegah di daerah Priangan Timur dan Jabar Selatan.
Jeje menggambarkan, dari segi fasilitas, untuk ruang rawat inap kelas tiga saja akan dilengkapi pendingin ruangan, televisi serta pemanas air. Total, kata Jeje, ada hampir 200 tempat tidur di siapkan, mulai dari kelas III sampai VVIP.
"RS ini harus punya branding tersendiri, punya nilai plus dibandingkan yang lain," kata Jeje kepada media dikala meninjau pengerjaan RSUD, Jumat (3/5/2019)
Saat ini, kata Jeje, tim khusus sedang bekerja menyiapkan banyak sekali syarat dan kebutuhan kelembagaan. Ia sendiri mengaku sedang berkomunikasi dan membujuk para dokter seorang mahir senior untuk mau bertugas di Pangandaran.
Jeje merinci, pada tahap awal, sebagai RSUD kelas C, RSUD Pangandaran akan mempekerjakan 16 dokter seorang mahir di delapan bidang seorang mahir serta 16 dokter umum. Sedangkan untuk paramedis dan staff, kata Jeje, diharapkan 400 orang.
Dari sisi anggaran, berdasarkan Jeje, Rp 238 miliar sudah dialokasikan untuk menuntaskan proyek fisik. Sementara untuk alat kesehatan, kata Jeje, telah dianggarkan Rp 55 miliar.
"Tapi kita masih butuh tambahan. Alkes akan kita tambah Rp 10 miliar, dan Rp 30 miliar untuk akomodasi tambahan," ujar Jeje.
Untuk memastikan pelayanan prima, berdasarkan Jeje, pihaknya akan mengirim para staff untuk studi banding ke rumah sakit yang mempunyai reputasi pelayanan terbaik. Jika akomodasi dan pelayanan baik, berdasarkan Jeje, tidak menutup kemungkinan RSUD Pangandaran akan menjadi rujukan, tak hanya bagi warga Kabupaten Pangandaran, tapi juga warga daerah sekitar.
Meskipun disiapakan menjadi RSUD dengan akomodasi dan pelayanan terbaik, namun Jeje tidak berpikir untuk mengakibatkan akomodasi publik tersebut sebagai lumbung pendapatan orisinil daerah atau PAD.
Sumber detik.com