Limbah Medis Di Rsup Sanglah Bali 1 Ton/Hari, Dibuang Di Mojokerto

Limbah Medis di RSUP Sanglah Bali 1 Ton/Hari, Dibuang di MojokertoLimbah medis yang ditemukan di sungai dan sawah di Desa Abang, Karangasem, Bali/Foto: dok. Perbekel Abang

Denpasar -Penemuan limbah medis di Desa Abang, Karangasem, Bali meresahkan masyarakat setempat. Metode pembakaran limbah medis dengan insinerator rupanya sudah tak lagi dilakukan di Bali.

Salah satunya di RSUP Sanglah, sebagai rumah sakit referensi di Bali-Nusa Tenggara, sampah limbah medis di RSUP Sanglah, Bali mencapai satu ton per hari. Pengelolaan imbah medis tak lagi memakai metode dibakar tapi menggandeng pihak swasta di Mojokerto, Jawa Timur.

"Volume 800-1.000 kg sampah medis per hari. Biaya perkilonya Rp 19 ribu. Ya per hari kita mengeluarkan untuk limbah medis sebanyak Rp 17 juta," ujar Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna di kantornya, Jl Diponegoro, Denpasar, Bali, Jumat (3/5/2019).





Dewa menyebut sudah empat tahun ini pihaknya tak lagi memakai incinerator atau alat pembakar sampah mandiri. Salah satu alasannya alasannya ialah polusi yang dihasilkan menerima komplain dari masyarakat.

"Kita awalnya punya incinerator tapi semenjak masyarakat keberatan jadinya ditutup. Tahun 2015 kolaborasi dengan perusahaan Mojokerto per tiga tahun," jelasnya.

Dia menambahkan kolaborasi dengan pihak ketiga ini melalui tender dengan perusahaan di Mojokerto, Jawa Timur. Limbah-limbah medis menyerupai jarum suntik sampai perban diambil sendiri oleh perusahaan tersebut.

"Perusahaan itu ambil sendiri. Hitung-hitungan bisnis masuk nalar alasannya ialah incinerator lebih mahal, penduduk komplain, selain itu pengelolaan sampah (incinerator) hambatan izin juga alasannya ialah untuk itu harus ada persetujuan masyarakat pendamping. Selain itu pengelolaan sampah dengan pihak ketiga swasta biayanya lebih efisien," ujarnya.

Sumber detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel