Beredar Info Pembacok Ustaz Di Serang Ialah Pki, Polisi: Hoax!
Foto: Ilustrator oleh Mindra PurnomoSerang -Penganiayaan yang menjadikan seorang ustaz berjulukan Samsudin asal Kampung Keramat, Desa Dadu Agung, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang dijadihan materi hoax oleh orang tak bertanggung jawab. Di media sosial, penganiayaan ini dikaitkan dengan serangan PKI terhadap ulama dan jadi viral.
Faktanya, penganiayaan korban terjadi pada Kamis (2/5) lalu. Ia tewas oleh Romli, warga asal Bogor yang depresi alasannya yakni digugat cerai istrinya. Kebetulan, si istri satu tempat dengan korban. Karena digugat ini, pelaku kemudian menginap beberapa hari di rumah korban dan memang saling kenal.
Kapolsek Pabuaran AKP Yudha Hermawan yang menangani kasus ini mengatakan, pelaku sendiri mempunyai riwayat depresi. Polisi masih mendalami apa motif penganiayaan terhadap korban. Pelaku sendiri ketika ini masih menjalani perawatan di rumah sakit alasannya yakni sempat dikeroyok oleh warga.
Namun belakangan, Yudha menyampaikan bahwa informasi penganiayaan ini jadi materi hoax oleh orang yang tak bertanggung jawab. Muncul di media soal bahwa penganiayaan ini dilakukan oleh kelompok tertentu yang melaksanakan serangan ke ulama.
"Hoax itu, ini tidak ada kaitan dengan politik dan Pemilu," katanya.
Jajaran Polsek Pabuaran juga menurutnya sudah melaksanakan antisipasi gosip liar yang viral ini. Tokoh masyarakat, anggota keluarga, diberi pemahaman bahwa kasus penganiayaan ini sedang dalam penyelidikan kepolisian.
Pelaku, karena terluka jawaban jadi bulan-bulanan massa, juga masih menjalani perawatan di rumah sakit. Begitu sadar, kepolisian akan segera melaksanakan pemeriksaan.
Kepada ulama dan ustaz di lingkungan Pabuaran, kepolisian juga meminta bersabar atas penyelidikan. Selain itu diperlukan bahwa mereka meluruskan lewat jamaah-jamaah pengajian mengenai informasi yang sebenarnya.
Sementara, Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi menambahkan, pihaknya akan melaksanakan penyelidikan terkait penyebar hoax.
"Untuk penyebar hoaxnya ya penyelidikan niscaya ada," tegasnya.
Tonton juga video Panwaslu Sebut Kabar Hoax Ganggu Psikis Petugas:
Sumber detik.com