4 Gubernur Calon Ibu Kota Gres Diundang Ke Istana Presentasikan Daerahnya
Foto: Empat gubernur kandidat ibu kota gres diundang diskusi barenga Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Azizah-detikcom)Jakarta -Empat kepala daerah yang digadang-gadang menjadi lokasi ibu kota baru diundang ke Istana untuk menjelaskan keunggulan daerahnya masing-masing. Mereka berdiskusi bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
Keempatnya yakni Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran, dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang diwakili Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda (Kaltim), Yusliando.
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengaku siap bila ibu kota di pindahkan ke Sulbar. Dia mengataakn wilayah Sulbar terletak pada posisi yang sangat strategis.
Sekretaris Daerah Sulbar Muhammad Idris menambahkan Sulbar merupakan wilayah yang belum padat penduduk. Selain itu, mempunyai ketersediaan sumber daya alam yang baik.
"Air, material, aspek keamanan negara itu tidak berbatasan dengan negara manapun. Dilihat dari segi keamanan dari bencana, saya kira kita jauh dari Palu sebagai patahan, jauh dari bencana, contohnya dari gunung berapi. Memang ada gempa dan itu skalanya sangat kecil," terang Idris.
Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan masyarakat di daerahnya sangat ramah dan terbuka terhadap siapapun yang ingin membangun Kalsel. Menurut Sahbirin, Kalsel juga mempunyai bebatuan yang berumur sangat renta sehingga menyebabkan provinsi itu terhindar dari tragedi geologi.
"Begitu tuanya bebatuan, dan dampaknya kita lihat ini sejarah tragedi di republik ini. Dampaknya dengan bebatuan yang renta secara geologi, maka tragedi alam atau tragedi gempa nihil di Kalsel. Ini juga potensi besar untuk menempatkan sebuah negara yang jauh dari bencana," ucap Sahbirin.
Sahbirin menyebut ketersediaan air bukan menjadi problem di daerahnya. Sebab, Kalsel dikeliling oleh pegunungan Meratus dengan konstruksi tanah yang kuat.
Senada dengan Sahbirin, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran juga menjelaskan di daerahnya ketersediaan air sangat melimpah alasannya dikelilingi daerah fatwa sungai (DAS). Dengan luas wilayah Kalteng yang 1,5 kali luas Pulau Jawa, Sugianto menyampaikan tiga lokasi untuk menjadi ibu kota baru.
"Tapi kalau Presiden berkenan saya olok-olokan di tiga tempat, yakni di Palangkaraya 66 ribu hektare lebih, Kabupaten Katingan 120 ribu hektare lebih, di Kabupaten Gunung Mas ada 121 ribu hektare lebih. Kita siapkan antara 300-500 ribu hektare," terangnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Kaltim, Yusliando, menyampaikan ada empat lokasi di Kaltim yang diusulkan sebagai ibu kota baru, yakni Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Aksesibilitas mudah. Dari segi kebencanaan tidak pernah ada tragedi gempa. Kami cenderung tidak terpengaruh oleh ring of fire," tuturnya.
Selain itu, Yusliando menyampaikan pihaknya mempunyai konsep Forest City alasannya mempunyai daerah hutan yang luas. Kaltim juga disebutnya mempunyai sejumlah infrastruktur yang sudah ada (existing), ibarat bandara, bendungan, sampai rumah sakit.
"Keunggulan Kaltim, kurang lebih 70 persen daerah hutan. Tidak pernah ada gejolak sosial dan keamanan, jadi tidak menjadi problem apabila ada urbanisasi. Di lokasi (usulan) ibu kota negera penduduknya masih sedikit," pungkasnya.
Simak Juga Video Staf Presiden soal Wacana Pemindahan Ibu Kota: Minim Gunakan APBN
Sumber detik.com